Jumat, 26 Juni 2015

[040] Al Mu'min Ayat 021

««•»»
Surah Al Mu'min 21

أَوَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ كَانُوا مِنْ قَبْلِهِمْ كَانُوا هُمْ أَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةً وَآثَارًا فِي الْأَرْضِ فَأَخَذَهُمُ اللَّهُ بِذُنُوبِهِمْ وَمَا كَانَ لَهُمْ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَاقٍ
««•»»
awa lam yasiiruu fii al-ardhi fayanzhuruu kayfa kaana 'aaqibatu alladziina kaanuu min qablihim kaanuu hum asyadda minhum quwwatan waaatsaaran fii al-ardhi fa-akhadzahumu allaahu bidzunuubihim wamaa kaana lahum mina allaahi min waaqin
««•»»
an apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi, lalu memperhatikan betapa kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka itu adalah lebih hebat kekuatannya daripada mereka dan (lebih banyak) bekas-bekas mereka di muka bumi  {1320}, maka Allah mengazab mereka disebabkan dosa-dosa mereka. Dan mereka tidak mempunyai seorang pelindung dari azab Allah.
 {1320} Maksudnya: bangunan, alat perlengkapan, benteng-benteng dan istana-istana.
««•»»
Have they not traveled over the land so that they may observe how was the fate of those who were before them? They were greater than them in might and with respect to the effects [they left] in the land. But then Allah seized them for their sins, and they had no defender against Allah[’s punishment].
««•»»

Dalam ayat ini diingatkan kepada kaum kafir yang mengingkari kebenaran risalah Muhammad saw, apakah mereka tidak pernah memperhatikan dan mempelajari serta mengambil pelajaran dari sejarah bangsa-bangsa dahulu kala (yang mendurhakai Allah), atau menyaksikan sendiri bekas-bekas yang tertinggal dari daerah-daerah yang telah dibinasakan Allah penduduknya? Ayat ini menerangkan bahwa mereka adalah manusia yang perkasa, kuat fisiknya (dibandingkan dengan generasi manusia masa kini), seperti bangsa `Ad, Samud dan lain-lainnya. Di samping kekerasan fisik mereka, Allah juga menganugerahkan harta dan keturunan yang banyak, keahlian untuk membangun gedung dan perumahan yang kuat, keterampilan dalam bidang pertanian, dan sehingga mereka hidup makmur dan berbudaya tinggi.

Tetapi mungkin karena kemakmuran dan kebahagiaan hidup duniawi yang mereka nikmati itu, para Rasul yang dikirim Allah untuk mengajak ke jalan yang benar, mereka dustai bahkan disiksa atau dibunuh. Karena dosa dan perbuatan sewenang-wenang yang melampaui batas itu Allah menjatuhkan hukum-Nya. Bangunan-bangunan megah yang mereka dirikan, sawah ladang dan hewan ternak serta harta benda mereka dihancurkan Allah menjadi puing-puing tidak berarti. Mereka menemui kiamatnya dengan segala kesengsaraan dan penderitaan yang tiada taranya. Dalam keadaan demikian tidak seorang pun yang dapat menyelamatkan diri, sebab keperkasaan dan kekuatan fisik yang mereka miliki tiada artinya di hadapan Allah bila Dia menurunkan azab-Nya. Demikian pula halnya yang akan berlaku di masa kini, tiada yang akan menolong menyelamatkan manusia dari siksaan-Nya kecuali iman, amal saleh serta sikap kesediaan untuk membela iman dan kebenaran.

Sebaliknya sikap mendustai dan mengingkari risalah (ajaran) Rasul yang dapat diuji kebenarannya dengan ratio yang sehat itu, pada akhirnya justru akan membawa kepada kehancuran dan kebinasaan.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi, lalu memperhatikan betapa kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka itu adalah lebih hebat daripada mereka) menurut suatu qiraat lafal Minhum dibaca Minkum, artinya lebih hebat daripada kalian (kekuatannya dan lebih banyak bekas-bekas mereka di muka bumi) seperti bangunan-bangunan dan gedung-gedungnya (maka Allah mengazab mereka) membinasakan mereka (disebabkan dosa-dosa mereka. Dan sekali-kali mereka tidak mempunyai seorang pelindung dari azab Allah) dari siksaan-Nya.
««•»»
Have they not travelled in the land and beheld the nature of the consequence for those who were before them? They were more powerful than them (a variant reading has minkum, ‘than yourselves’) in strength and in [their] vestiges on earth, in the way of large structures and palaces. Yet God seized them, He destroyed them, for their sins and they had none to shield them from God, from His chastisement.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 20][AYAT 22]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
21of85
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=40&tAyahNo=21&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#40:21

[040] Al Mu'min Ayat 020

««•»»
Surah Al Mu'min 20

وَاللَّهُ يَقْضِي بِالْحَقِّ وَالَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ لَا يَقْضُونَ بِشَيْءٍ إِنَّ اللَّهَ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
««•»»
waallaahu yaqdhii bialhaqqi waalladziina yad'uuna min duunihi laa yaqdhuuna bisyay-in inna allaaha huwa alssamii'u albashiiru
««•»»
Dan Allah menghukum dengan keadilan. Dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah tiada dapat menghukum dengan sesuatu apapun. Sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
««•»»
Allah judges with justice,[1] while those whom they invoke besides Him do not judge by anything. Indeed it is Allah who is the All-hearing, the All-seeing.
[1] Or ‘judges justly.’
««•»»

Pada Ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa Dia akan menghukum dengan adil orang-orang yang khianat dan curang penglihatan matanya yang menyembunyikan di dalam hatinya niat-niat dan keinginan yang jahat, memberi balasan surga kepada orang-orang yang memejamkan matanya menghindari melihat yang diharamkan, dan balasan siksa yang pedih bagi orang-orang yang mengulang-ulang penglihatannya dan menetapkan di dalam hatinya akan mengerjakan sesuatu yang dilarang agama. Tak seorangpun yang dirugikan. Akibat perbuatan seseorang itu akan kembali kepada dirinya masing-masing, tak akan dianiaya sedikitpun,

sebagaimana firman Allah SWT:
من عمل صالحا فلنفسه ومن أساء فعليها وما ربك بظلام للعبيد
Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa yang berbuat jahat maka (dosanya) atas dirinya sendiri dan sekali-kali tidaklah Tuhanmu menganiaya hamba-hamba (Nya).
(QS. Fushshilat [41]:46)

Adapun berhala-berhala dan sembahan-sembahan yang lain yang disembah oleh kaum musyrikin itu, tidak berdaya, tidak dapat menghukum dengan sesuatu apapun, karena mereka itu tidak tahu apa-apa dan tidak mempunyai kekuasaan sedikitpun. Pada akhir ayat ini ditegaskan bahwa Allah itu Maha Mendengar segala ucapan, baik yang nyata maupun secara berbisik-bisik bahkan bisikan hatipun. Ia mendengarnya. Maha Melihat semua yang di perbuat seseorang baik di tempat yang terang maupun di tempat yang gelap.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan Allah menghukum dengan keadilan. Dan sesembahan-sesembahan yang mereka seru) yang mereka sembah (selain Allah) yakni berhala-berhala (tiada dapat menghukum dengan sesuatu apa pun) mana mungkin mereka menjadi sekutu-sekutu Allah? (Sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Mendengar) semua perkataan mereka (lagi Maha Melihat) semua perbuatan mereka.
««•»»
And God decrees with truth, while those on whom they call, whom they worship, that is, the disbelievers of Mecca (read yad‘ūna, ‘they call’, or tad‘ūna, ‘you call’) besides Him — and these are the idols — do not decree by any means [at all]: so how can they be God’s associates? Truly God is the Hearer, of their sayings, the Seer, of their actions.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 19][AYAT 21]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
20of85
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=40&tAyahNo=20&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#40:20

Selasa, 19 Mei 2015

[040] Al Mu'min Ayat 019

««•»»
Surah Al Mu'min 19

يَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ
««•»»
ya'lamu khaa-inata al-a'yuni wamaa tukhfii alshshuduuru
««•»»
Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat {1319} dan apa yang disembunyikan oleh hati.
{1319} Yang dimaksud dengan pandangan mata yang khianat adalah pandangan yang dilarang, seperti memandang kepada wanita yang bukan muhrimnya.
««•»»
He knows the treachery of the eyes,[1] and what the breasts hide.
[1] That is, the sins committed with the eyes.
««•»»

Pada ayat ini, Allah SWT menerangkan bahwa Dia mengetahui penglihatan mata yang khianat dan pandangan yang curang.

Berkata Ibnu `Abbas memberikan contoh penglihatan mata seorang yang khianat: "Seorang laki-laki berada di tengah-tengah kaumnya, maka lewatlah di dekat mereka seorang perempuan. Ia memperlihatkan kepada kaumnya bahwa ia memejamkan matanya dan tidak melihat wanita yang lewat itu. Kalau kaumnya tidak memperhatikannya ia membuka matanya melihat wanita itu. Tetapi kalau kaumnya melihat dia, ia menunduk lagi menyembunyikan pandangannya. Penglihatan khianat yang curang seperti itu, Allah SWT mengetahui bahwa di dalam hati laki-laki itu tersembunyi niat ingin melihat aurat wanita yang lewat itu. Begitu juga Allah Mengetahui apa yang disembunyikan di dalam hati. Hal ini dijelaskan juga dalam ayat lain,

sebagaimana firman Allah SWT:
والله عليم بذات الصدور
Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati.
(QS. At Tagabun [64:4)

Dan firman-Nya:
إن تخفوا ما في صدوركم أو تبدوه يعلمه الله
Jika kamu menyembunyikan apa yang ada di hatimu atau kamu melahirkannya, pasti Allah mengetahuinya.
(QS. Ali Imran [3]:29)

Kalau yang tersembunyi rapat seperti bisikan hati, diketahui oleh Allah SWT, tentunya lebih-lebih lagi yang nyata yang ada di sekitar kita yang ada di langit dan di bumi, yang diturunkan dari langit dan apa yang naik dari padanya,

sebagaimana firman Allah SWT.
يعلم ما بين أيديهم وما خلفهم
Allah mengetahui apa-apa yang di hadapkan mereka dan apa-apa yang di belakang mereka.
(QS. Al Baqarah [2]:255)

Dan firman-Nya:
يعلم ما في السماوات والأرض ويعلم ما تسرون وما تعلنون
Dan (Allah) mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan.
(QS. At Tagabun [64]:4)

Dan firman-Nya lagi
يعلم ما يلج في الأرض وما يخرج منها وما ينزل من السماء وما يعرج فيها
Dan (Allah) mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi, apa yang keluar daripadanya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya.
(QS. Saba [34]:2)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dia mengetahui) Allah mengetahui (mata yang khianat) ketika mencuri pandang melihat hal-hal yang diharamkan (dan apa yang disembunyikan oleh hati) yang tersimpan di dalam kalbu.
««•»»
He, namely, God, knows the treachery of the eyes, when it steals a glance at what is prohibited [for it to look at], and what the breasts hide — [what] the hearts [hide].
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 18][AYAT 20]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
19of85
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=40&tAyahNo=19&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#40:19

[040] Al Mu'min Ayat 018

««•»»
Surah Al Mu'min 18

وَأَنْذِرْهُمْ يَوْمَ الْآزِفَةِ إِذِ الْقُلُوبُ لَدَى الْحَنَاجِرِ كَاظِمِينَ مَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ حَمِيمٍ وَلَا شَفِيعٍ يُطَاعُ
««•»»
wa-andzirhum yawma al-aazifati idzi alquluubu ladaa alhanaajiri kaatsimiina maa lilzhzhaalimiina min hamiimin walaa syafii'in yuthaa'u
««•»»

Berilah mereka peringatan dengan hari yang dekat (hari kiamat yaitu) ketika hati (menyesak) sampai di kerongkongan dengan menahan kesedihan. Orang-orang yang zalim tidak mempunyai teman setia seorangpun dan tidak (pula) mempunyai seorang pemberi syafa'at yang diterima syafa'atnya.
««•»»
Warn them of the Imminent Day[1] when the hearts will be at the throats, choking with suppressed agony, [and] the wrongdoers will have no sympathizer, nor any intercessor who might be heard.
[1] Cf. ‘the Imminent [Hour]’ (53:57).
««•»»

Pada ayat ini, Allah SWT menerangkan bahwa Dia memerintahkan Rasul supaya memperingatkan kaumnya yang musyrik tentang akan datangnya Hari Kiamat yang tidak lama lagi. Oleh karenanya mereka diingatkan untuk mencabut diri mereka dari perbuatan jahat yang dilarang oleh agama, memperbaiki akidah mereka yang sesat, yang menyebabkan mereka di azab nanti di akhirat dengan azab yang pedih. hari itu sangat mengerikan, keadaan sangat menakutkan, kesedihan tak terkirakan lagi sehingga jantung terasa sesak sampai kekerongkongan, napas turun naik, nyawa keluar masuk sampai mereka menemui ajalnya. Pada hari itu tak seorangpun yang dapat menolong orang-orang yang telah menganiaya diri mereka dengan mempersekutukan Allah SWT, tidak ada seorang pembela yang memintakan mereka syafaat yang dapat diterima permintaannya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Berilah mereka peringatan dengan hari yang dekat) yakni hari kiamat. Berasal dari kata Azifar Rahiilu, artinya, Waktu berangkat telah dekat (yaitu ketika kalbu) menyesak karena dicekam rasa takut (sampai) artinya hingga sesaknya terasa sampai (di kerongkongan dengan menahan kedukaan) penuh dengan kesedihan. Lafal Kaazhimiina ini adalah Hal atau kata keterangan keadaan bagi lafal Al-Quluubu, kemudian dianggap sebagai jamak dengan memakai huruf Ya dan Nun karena diibaratkan kepada para pemiliknya. (Tiada teman-teman yang setia bagi orang-orang yang zalim) maksudnya tiada teman sejawat dan dekat (dan tidak pula mempunyai seorang pemberi syafaat yang diterima syafaatnya) yang dapat diterima syafaatnya; lafal Yuthaa`u sebagai sifat, tidak mengandung pengertian apa-apa, karena pada asalnya tiada syafaat bagi mereka, sebagaimana yang telah diungkapkan oleh firman-Nya yang lain, yaitu, "Maka kami tidak mempunyai pemberi syafaat seorang pun." (Q.S. Asy-Syu`ara, 100). Tetapi kalau lafal Syafii`in, memang mengandung makna, karena ditinjau dari segi dugaan mereka yaitu, bahwasanya mereka memiliki pemberi-pemberi syafaat. Maksudnya, seandainya mereka memberi syafaat, niscaya syafaat mereka tidak akan diterima.
««•»»
And warn them of the Impending Day, namely, the Day of Resurrection (al-azifa, as in azifa al-rahīlu, ‘departure is very near’) when the hearts will, rising up in fear, reach the throats, choking with anguish, filled with [suppressed] anxiety (kāzimīna is a circumstantial qualifier referring to al-qulūbu, ‘the hearts’, which is qualified by the [active animate participle] plural [kāzimīna] and referred to as though they were the very individuals themselves). The evildoers will not have any intimate [friend], [any] sympathiser, nor any intercessor who might be heeded — the adjectival qualification [‘who might be heeded’] has no [literal] significance, for they do not have intercessors in the first place: So [now] we have no intercessors … [Q. 26:100]. The first part, however, may [be said to] have significance if [understand] on the basis of their claim to have intercessors, and so, in other words, even if — hypothetically speaking — they [their intercessors] did intercede for them, they would not be heeded.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 17][AYAT 19]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
18of85
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=40&tAyahNo=18&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#40:18

[040] Al Mu'min Ayat 017

««•»»
Surah Al Mu'min 17

الْيَوْمَ تُجْزَى كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ لَا ظُلْمَ الْيَوْمَ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ
««•»»
alyawma tujzaa kullu nafsin bimaa kasabat laa zhulma alyawma inna allaaha sarii'u alhisaabi
««•»»
Dada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya.
««•»»
‘Today every soul shall be requited for what it has earned. There will be no injustice today. Indeed Allah is swift at reckoning.’
««•»»

Sekalipun Allah SWT Maha Kuasa dan Maha Perkasa, tiada seorangpun yang dapat dan sanggup menghalangi kehendak.-Nya, namun ia tetap berlaku adil terhadap hamba-hamba-Nya. Di akhirat nanti Allah SWT memberi balasan bagi tiap-tiap jiwa sepadan dengan usaha dan perbuatan mereka di dunia. Tak seorangpun yang dianiaya dan dirugikan pada hari itu. Orang-orang yang berbuat baik dibalas dengan baik dengan tidak dikurangi sedikitpun, dan orang-orang yang berbuat jahat, dibalas sesuai dengan perbuatan jahatnya itu. Tidak akan ditambah sedikitpun balasan dari kejahatan yang pernah dilakukannya. Tidak seorangpun yang ditunda dan ditangguhkan hisab dan perhitungan amalnya. Allah SWT cepat sekali perhitungannya. Tidak ada suatu hisab dan perhitungan secepat hisab Allah SWT. Ia menghisab semua makhluk-Nya seperti menghisab seorang saja, karena ilmu-Nya sangat luas meliputi segala sesuatu yang ada. Tiada bedanya ketika Dia menciptakan dan membangkitkan manusia dari dalam kubur secara serentak,

sebagaimana firman Allah SWT.
ما خلكقم ولا بعثكم إلا كنفس واحدة
Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kamu (dari dalam kubur) itu, melainkan hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja.
(QS. Lukman [31]:28)

Dan firman-Nya:
وما أمرنا إلا واحدة كلمح بالبصر
Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata.
(QS. Al Qamar [54]:50)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah amat cepat hisab-Nya) Dia menghisab semua makhluk hanya dalam waktu setengah hari dunia, demikianlah menurut keterangan hadis.
««•»»
Today every soul shall be requited for what it has earned; there will be no injustice today. Indeed God is swift at reckoning’, reckoning with all of creation in the space of half a day of the days of this world — a hadīth states this.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 16][AYAT 18]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
17of85
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=40&tAyahNo=17&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#40:17

Rabu, 22 April 2015

[040] Al Mu'min Ayat 016

««•»»
Surah Al Mu'min 16

يَوْمَ هُمْ بَارِزُونَ لَا يَخْفَى عَلَى اللَّهِ مِنْهُمْ شَيْءٌ لِمَنِ الْمُلْكُ الْيَوْمَ لِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ
««•»»
yawma hum baarizuuna laa yakhfaa 'alaa allaahi minhum syay-un limani almulku alyawma lillaahi alwaahidi alqahhaari
««•»»
(Yaitu) hari (ketika) mereka keluar (dari kubur); tiada suatupun dari keadaan mereka yang tersembunyi bagi Allah. (Lalu Allah berfirman): "Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?" Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.
««•»»
The day when they will emerge [from their graves], nothing about them will be hidden from Allah. ‘To whom does the sovereignty belong today?’ ‘To Allah, the One, the All-paramount!’
««•»»

Di Hari Kiamat itulah nanti manusia keluar dari kuburnya. Tidak sedikit pun perbuatan mereka itu yang tersembunyi di sisi Allah, semuanya diketahui Nya. Kemudian mereka itu menerima balasan sesuai dengan amal mereka, kalau baik dibalas dengan baik dan kalau jahat dibalas dengan azab dan siksa. Hal tersebut di alas diperjelas juga di ayat yang lain,

sebagaimana firman Allah:
يومئذ تعرضون لا تخفى منكم خافية
Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah).
(QS. Al Haqqah [69]:18)

Pada waktu itulah Allah SWT berfirman:" Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari itu?". Tidak ada seorangpun di padang Mahsyar itu yang menjawabnya, maka dijawablah oleh Allah sendiri dengan firman-Nya: " Kepunyaan Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, Yang Maha mengalahkan segala sesuatu dengan kekuasaan dan keperkasaan-Nya". sebagian mufassirin berpendapat bahwa bukan Allah sendiri yang menjawab pertanyaan-Nya, tetapi yang menjawab ialah penghuni-penghuni Mahsyar.

Diriwayatkan oleh Abu Wail dari Ibnu Masud ia berkata: "Manusia dikumpulkan (di padang mahsyar) di atas bumi yang putih seperti perak yang tidak seorangpun mendurhakai Allah di atasnya, maka disuruhlah seorang dengan menyeni dengan ucapan: "Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?". Maka menjawablah hamba-hamba Allah baik orang mukmininnya maupun orang kafirnya dengan ucapan;" Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan". Orang-orang mukmin mengucapkan jawaban tersebut dengan segala kesenangan dan kegembiraan, sedang orang-orang kafir mengucapkan jawaban itu dengan perasaan resah dan gelisah.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Yaitu hari ketika mereka keluar) dari kuburnya masing-masing (tiada suatu pun dari keadaan mereka yang tersembunyi bagi Allah berfirman, "Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?") Allah sendiri yang mengatakannya, kemudian Dia sendiri pula yang menjawabnya, yaitu, ("Hanya kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan") atas semua makhluk-Nya.
««•»»
the day when they will emerge, [the day] they will exit from their graves; nothing about them will be hidden from God. ‘To whom does Sovereignty belong today?’ — God, exalted be He, asks this and Himself responds — ‘To God, the One, the All-compelling!’, over His creatures.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 15][AYAT 17]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
16of85
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=40&tAyahNo=16&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#40:16

[040] Al Mu'min Ayat 015

««•»»
Surah Al Mu'min 15

رَفِيعُ الدَّرَجَاتِ ذُو الْعَرْشِ يُلْقِي الرُّوحَ مِنْ أَمْرِهِ عَلَى مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ لِيُنْذِرَ يَوْمَ التَّلَاقِ
««•»»
rafii'u alddarajaati dzuu al'arsyi yulqii alrruuha min amrihi 'alaa man yasyaau min 'ibaadihi liyundzira yawma alttalaaqi
««•»»
(Dialah) Yang Maha Tinggi derajat-Nya, Yang mempunyai 'Arsy, Yang mengutus Jibril dengan (membawa) perintah-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya, supaya dia memperingatkan (manusia) tentang hari pertemuan (hari kiamat).
««•»»
[He is] the Exalted above [all] degrees, Owner of the Throne; He places the inspiration of His command upon whom He wills of His servants to warn of the Day of Meeting.
««•»»

Pada ayat ini, Allah SWT menyebutkan tiga sifat kemuliaan dan keagungan-Nya, sesudah Ia menyebutkan pada ayat sebelumnya tanda-tanda kebesaran dan keesaan-Nya.

PERTAMA
Maha Tinggi Derajat-Nya. Allah SWT lebih Tinggi dan lebih Agung hal keadaan-Nya dari segala yang ada, karena segala sesuatu yang selain daripada-Nya berhajat kepada-Nya dan tidak sebaliknya. Dia itu azali dan abadi tidak mempunyai permulaan ada-Nya, dan tidak mempunyai akhir ada-Nya. Dialah Yang mengetahui segala sesuatu,

sebagaimana dijelaskan di dalam Alquran:
وعنده مفاتح الغيب لا يعلمها إلا هو
Dan pada sisi Allahlah kunci-kunci semua yang gaib, tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri.
(QS. Al An'am [6]:59)

KE·DUA
Yang mempunyai Arasy. Allah SWT memiliki Arasy dan mengatur-Nya. Dia-lah Yang menguasai alam benda yang paling utamanya ialah Arasy begitu pula alam yang bukan benda.

KE·TIGA
Menurunkan wahyu. Allah SWT menurunkan wahyu-Nya berisi perintah, baik berupa suruhan ataupun larangan kepada yang dikehendaki-Nya dan menyampaikan hukum-hukum-Nya kepada yang dikehendaki-Nya. Hal seperti itu dinyatakan pula pada ayat lain,

sebagaimana firman Allah SWT:
ينزل الملائكة بالروح من أمره على من يشاء من عباده
Dia menurunkan para malaikat dengan (membawa) wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya.
(QS. An Nahl [16]:2)

Dan firman-Nya:
وإنه لتنزيل رب العالمين نزل به الروح الأمين
Dan sesungguhnya Alquran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam. Dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril).
(QS. As Syu'ara [26]:192-193)

Allah menurunkan wahyu itu, untuk memperingatkan manusia tentang adanya Hari Kiamat, di mana akan bertemu yang menyembah dengan yang disembah, membereskan segala sesuatunya, segala sangkut pautnya yang belum beres di dunia ini.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dialah Yang Maha Tinggi derajat-Nya) maksudnya, Allah Maha Agung sifat-sifat-Nya, atau Dialah Yang mengangkat derajat orang-orang yang beriman di surga (Yang mempunyai Arasy) Yang menciptakannya (Yang menurunkan Ar-Ruuh) yakni wahyu (dari perintah-Nya) atau firman-nya (kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya, supaya dia memperingatkan) maksudnya, orang yang menerima wahyu itu diperintahkan untuk menyampaikan wahyu-Nya kepada manusia (tentang hari pertemuan) dapat dibaca At-Talaaqi atau At-Talaaqiy dengan memakai huruf Ya. Yakni hari kiamat, karena pada hari itu penduduk langit dan penduduk bumi bertemu, dan bertemu pula antara Yang Disembah dan yang menyembah, sebagaimana dipertemukan pula antara orang yang aniaya dan orang yang dianiaya.
««•»»
Exalter of ranks, [either means] that God is One Whose attributes are majestic — or [it means] the raiser of the ranks of believers in Paradise — Lord of the Throne, in other words, the Creator thereof, He casts the Spirit, the Revelation, of His command, that is, [of] His words, upon whomever He will of His servants, that he, the one upon whom it is cast, may warn them of, [that he may] make people fear, the Day of Encounter (read yawma’l-talāqi, omitting the [final long] yā’, or yawma’l-talāqī), that is to say, the Day of Resurrection, [so called] because thereat the inhabitants of the heavens will encounter those of the earth, and the worshipper [will encounter] the one whom he worshipped, and the wrongdoer [will encounter] the person whom he wronged;
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 14][AYAT 16]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
15of85
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=40&tAyahNo=15&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#40:15