Minggu, 12 April 2015

[040] Al Mu'min Ayat 009

««•»»
Surah Al Mu'min 9

وَقِهِمُ السَّيِّئَاتِ وَمَنْ تَقِ السَّيِّئَاتِ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمْتَهُ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
««•»»
waqihimu alssayyi-aati waman taqi alssayyi-aati yawma-idzin faqad rahimtahu wadzaalika huwa alfawzu al'azhiimu
««•»»
Dan peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan. Dan orang- orang yang Engkau pelihara dari (pembalasan) kejahatan pada hari itu maka sesungguhnya telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya dan itulah kemenangan yang besar".
««•»»
Save them from the ills; and whomever You save from the ills that day,[1] You will have had mercy upon him, and that is the great success.’
[1] That is, the day of judgement.
««•»»

Doa malaikat pada ayat ini, lebih umum dari doa sebelumnya. Doa ini tidak saja memintakan ampun bagi orang-orang mukmin dari dosa-dosa mereka sesudah mereka tobat, tetapi juga dosa-dosa dan balasan amal jahat yang mereka kerjakan, sebelum mereka bertobat supaya dihapuskan dan tidak diazab karenanya, orang-orang yang dimaafkan dan diampuni serta dihapuskan pembalasan amal kejahatan yang telah dikerjakan di dunia ini, berarti mereka itu telah mendapat karunia dari Allah SWT dan dibebaskan dari azab dan siksa-Nya di Hari Kiamat. Yang demikian itu merupakan suatu kemenangan yang amat besar karena dengan amal baiknya yang tidak seberapa itu memperoleh nikmat dan karunia yang berkepanjangan tiada putus-putusnya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan peliharalah mereka dari kejahatan) dari balasan azabnya (Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari balasan kejahatan pada hari itu) pada hari kiamat (maka sesungguhnya telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya dan itulah kemenangan yang besar.")
««•»»
And shield them from evil deeds, that is, [from] the chastisement thereof; for whomever You shield from evil deeds that day, the Day of Resurrection, verily him You will have had been merciful to; and that is indeed the supreme triumph’.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 8][AYAT 10]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
9of85
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=40&tAyahNo=9&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#40:9

[040] Al Mu'min Ayat 008

««•»»
Surah Al Mu'min 8

رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدْتَهُمْ وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
««•»»
rabbanaa wa-adkhilhum jannaati 'adnin allatii wa'adtahum waman shalaha min aabaa-ihim wa-azwaajihim wadzurriyyaatihim innaka anta al'aziizu alhakiimu
««•»»
Ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam syurga 'Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan isteri-isteri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana,
««•»»
Our Lord! Admit them into the Gardens of Eden, which You have promised them, along with whoever is righteous among their forebears, their spouses and their descendants.[CF. 13:23] Indeed You are the All-mighty, the All-wise.
««•»»

Selanjutnya pada ayat ini, para malaikat memohon agar orang-orang mukmin itu dimasukkan ke dalam surga `Ada yang telah dijanjikan oleh Allah SWT melalui ucapan Rasul-Nya, juga dimasukkan ke dalam surga bersama mereka itu, orang-orang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan istri-istri mereka serta keturunan mereka semua, agar mereka itu merasa senang, karena berkumpul dengan keluarga di tempat kegembiraan dan kesenangan, menimbulkan rasa riang dan suka yang amat berkesan.

Berkata Said bin Jubair: "Ketika seorang laki-laki masuk surga ia berkata: "Ya Tuhan! Di mana ayahku, nenek dan ibuku? Dan di mana anak dan cucuku? Di mana istri-istriku? Dijawab bahwa mereka itu tidak beramal seperti amalan yang telah engkau lakukan ia berkata lagi: "Ya Tuhan! Saya beramal untuk diriku sendiri dan untuk mereka", masukkan mereka itu ke dalam surga, lalu membaca ayat 6 ini.

Sejalan dengan ayat ini firman Allah SWT:
والذين ءامنوا واتبعتهم ذريتهم بإيمان ألحقنا بهم ذريتهم وما ألتناهم من عملهم من شيء كل امرئ بما كسب رهين
Dan orang-orang yang beriman dan anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.
(QS. At Tuur [52]:21)

Ayat ini ditutup dengan satu ketegasan bahwa Allah itu Maha Perkasa tiada sesuatu yang dapat menghalangi kehendak-Nya, Maha Bijaksana, tiada sesuatu yang dikerjakan-Nya, kecuali sesuai dengan hikmah kebijaksanaan-Nya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Ya Rabb kami! Masukkanlah mereka ke dalam surga Adn) sebagai tempat tinggal mereka (yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh) lafal Man shalaha diathafkan kepada lafal Hum yang terdapat di dalam lafal Wa-adkhilhum atau yang terdapat pada lafal Wa`adtahum (dari bapak-bapak mereka, dan istri-istri mereka, dan keturunan mereka. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana) di dalam perbuatan-Nya.
««•»»
Our Lord, and admit them into the Gardens of Eden, as [a place of] residence [for them], that which You have promised them, along with whoever were righteous (wa-man salaha is a supplement [either] to [the pronominal third person plural suffix] hum, ‘them’ in wa-adkhilhum, ‘and admit them’, or in wa‘adttahum, ‘You have promised them’) among their fathers and their wives and their descendants. Surely You are the One Who is the Mighty, the Wise, in what He does.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 7][AYAT 9]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
8of85
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=40&tAyahNo=8&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#40:8

[040] Al Mu'min Ayat 007

««•»»
Surah Al Mu'min 7

الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ
««•»»
alladziina yahmiluuna al'arsya waman hawlahu yusabbihuuna bihamdi rabbihim wayu/minuuna bihi wayastaghfiruuna lilladziina aamanuu rabbanaa wasi'ta kulla syay-in rahmatan wa'ilman faighfir lilladziina taabuu waittaba'uu sabiilaka waqihim 'adzaaba aljahiimi
««•»»
(Malaikat-malaikat) yang memikul 'Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): "Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala,
««•»»
Those who bear the Throne, and those around it, celebrate the praise of their Lord and have faith in Him, and they plead for forgiveness for the faithful: ‘Our Lord! You comprehend all things in mercy and knowledge. So forgive those who repent and follow Your way and save them from the punishment of hell.
««•»»

Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa para malaikat yang memikul Arasy Tuhan dan yang ada di sekelilingnya, menyucikan Allah mengucapkan janji dan syukur atas nikmat-Nya beriman dan mengakui bahwa tiada Tuhan yang disembah sebenarnya, melainkan Dia dan tidak segan-segan menyembah kepada-Nya mereka meminta dan memohonkan ampun bagi orang yang mengakui sebagaimana mereka akui, seperti keesaan Allah SWT dan kesucian-Nya, dari Tuhan yang disembah selain Dia. Mengenai cara malaikat itu memikul Arasy dan berapa banyak malaikat yang memikulnya, cukup kita percaya sebagaimana adanya dan mengembalikannya kepada ilmu Tuhan, karena yang demikian termasuk hal-hal yang tidak didapati perinciannya, baik di dalam Alquran maupun di dalam hadis-hadis yang mutawatir. Adapun teks (bunyi) doa para malaikat itu bagi orang-orang mukmin, adalah

sebagai berikut:
ربنا وسعت كل شيء رحمة وعلما فاغفر للذين تابوا واتبعوا سبيلك.

Isi doa ini:
PERTAMA
menggambarkan bahwa ilmu Tuhan meliputi segala sesuatu. Rahmat Allah meliputi pengampunan dosa-dosa dan kesalahan mereka dan ilmu Tuhan meliputi perbuatan, ucapan-ucapan dan gerak-gerik mereka. Mudah bagi Allah SWT mengampuni dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan karena rahmat-Nya itu lebih luas dan lebih besar dari dosa-dosa dan kesalahan itu. Tiada suatu perbuatan sekali pun di tempat yang gelap, tiada suatu kata atau ucapan, sekalipun kata hati atau bisikan sukma, tiada suatu tindak tanduk atau gerak gerik kecuali diketahui oleh Allah SWT.

KE·DUA
memintakan ampun kepada Allah SWT orang-orang yang bertobat dan menghentikan perbuatan mereka dari dosa-dosa yang dilakukan mereka, serta mengikuti apa yang diperintahkan kepada mereka, mengamalkan yang baik meninggalkan hal-hal yang mungkar. Kecuali itu malaikat pun memohon agar orang-orang mukmin itu dilindungi dari siksaan neraka Jahanam sesuai dengan janji Allah itu tidak menyalahi janji-Nya,

sebagaimana firman Allah SWT:
إن الله لا يخلف الميعاد
Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.
(QS. Ali Imran: 9)

Seorang Qari bernama Khalaf bin Hisyam Al-Bazzaz pernah membacakan ayat ini kepada Salim bin Isa, setelah sampai kepada: "Serta mintakan ampun bagi orang-orang yang beriman". Salim menangis dan berkata wahai Khalaf! Alangkah mulia orang mukmin itu di sisi Allah. Ia tidur di atas tikarnya, sedang malaikat memintakan ampun baginya".

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Malaikat-malaikat yang memikul Arasy) berkedudukan menjadi Mubtada (dan malaikat yang berada di sekelilingnya) diathafkan kepada ayat sebelumnya (bertasbih) menjadi Khabar dari Mubtada (memuji Rabb mereka) artinya, seraya memuji-Nya yaitu mengucapkan kalimat, "Subhaanallaah Wa Bihamdihi" (dan mereka beriman kepada-Nya) kepada Allah swt. dengan kalbu mereka, maksudnya, mereka percaya kepada keesaan-Nya (serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman) seraya mengucapkan, ("Ya Rabb kami! Rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu) maksudnya, rahmat-Mu meliputi segala sesuatu, dan ilmu-Mu meliputi segala sesuatu. (Maka berilah ampun kepada orang-orang yang bertobat) dari kemusyrikan (dan mengikuti jalan Engkau) yakni agama Islam (dan peliharalah mereka dari siksa neraka Jahim) yang apinya menyala-nyala.
««•»»
Those who bear the Throne (alladhīna yahmilūna’l-‘arsha is the subject) and those around it (wa-man hawlahu is a supplement to that [subject]) glorify (yusabbihūna, is the predicate thereof) with praise of their Lord, continuously proclaiming praise, in other words, [continuously] saying: subhāna’Llāhi wa-bi-hamdihi, ‘Glory, and praise, be to God’; and they believe in Him, exalted be He, through their power of discernment, in other words, they affirm the truth of His Oneness, and they ask forgiveness for those who believe, saying: ‘Our Lord, You embrace all things in [Your] mercy and knowledge, that is to say, Your mercy embraces all things and Your knowledge [also embraces] all things. So forgive those who repent, of idolatry, and follow Your way — the religion of Islam — and shield them from the chastisement of Hell-fire, that is, the Fire.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 6][AYAT 8]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
7of85
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=40&tAyahNo=7&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#40:7

[040] Al Mu'min Ayat 006

««•»»
Surah Al Mu'min 6

وَكَذَلِكَ حَقَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ عَلَى الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّهُمْ أَصْحَابُ النَّارِ
««•»»
wakadzaalika haqqat kalimatu rabbika 'alaa alladziina kafaruu annahum ash-haabu alnnaari
««•»»
Dan demikianlah telah pasti berlaku ketetapan azab Tuhanmu terhadap orang-orang kafir, karena sesungguhnya mereka adalah penghuni neraka.
««•»»
That is how the word of your Lord became due concerning the faithless, that they shall be inmates of the Fire.
««•»»

Ayat ini menunjukkan bagaimana umat-umat dahulu telah diazab dan dibinasakan karena perlakuan mereka yang tidak wajar kepada Nabi-nabi dan Rasul-rasul mereka, karena itu berlaku pula hal yang demikian kepada umat Nabi Muhammad saw yang tetap membangkang, mengingkari dan mendustakan ayat-ayat Allah SWT dan akan dimasukkan ke dalam neraka kelak.

Sebagaimana difirmankan Allah SWT.:
والذين كفروا وكذبوا بآياتنا أولئك أصحاب النار هم فيها خالدون
Adapun orang-orang yang kafir (mengingkari) dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
(QS. Al Baqarah [2]:39)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan demikianlah telah pasti berlaku ketetapan azab Rabbmu) sebagaimana yang telah diungkapkan-Nya dalam firman yang lain, yaitu,
"Sesungguhnya akan Aku penuhi neraka Jahanam itu..."
(Q.S. As-Sajdah [32]:13)

(terhadap orang-orang kafir, karena sesungguhnya mereka adalah penghuni neraka) lafal Annahum Ashhaabun Naari merupakan Badal dari lafal Kalimatu Rabbika.
««•»»
And thus was the word of your Lord — namely, the verse: Assuredly I will fill Hell … [Q. 11:119] — fulfilled against those who disbelieve: that they shall be the inhabitants of the Fire (annahum ashābu’l-nāri substitutes for kalimatu, ‘the word’).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 5][AYAT 7]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
6of85
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=40&tAyahNo=6&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#40:6

[040] Al Mu'min Ayat 005

««•»»
Surah Al Mu'min 5

كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ وَالْأَحْزَابُ مِنْ بَعْدِهِمْ وَهَمَّتْ كُلُّ أُمَّةٍ بِرَسُولِهِمْ لِيَأْخُذُوهُ وَجَادَلُوا بِالْبَاطِلِ لِيُدْحِضُوا بِهِ الْحَقَّ فَأَخَذْتُهُمْ فَكَيْفَ كَانَ عِقَابِ
««•»»
kadzdzabat qablahum qawmu nuuhin waal-ahzaabu min ba'dihim wahammat kullu ummatin birasuulihim liya/khudzuuhu wajaadaluu bialbaathili liyudhidhuu bihi alhaqqa fa-akhadztuhum fakayfa kaana 'iqaabi
««•»»
Sebelum mereka, kaum Nuh dan golongan-golongan yang bersekutu sesudah mereka telah mendustakan (rasul) dan tiap-tiap umat telah merencanakan makar terhadap rasul mereka untuk menawannya dan mereka membantah dengan (alasan) yang batil untuk melenyapkan kebenaran dengan yang batil itu; karena itu Aku azab mereka. Maka betapa (pedihnya) azab-Ku?
««•»»
The people of Noah denied before them and the [heathen] factions [who came] after them. Every nation attempted to lay hands on their apostle, and disputed erroneously to refute the truth. Then I seized them; so how was My retribution?!
««•»»

Pada ayat ini, Allah SWT menghibur Nabi Muhammad saw agar jangan cemas dan gusar menghadapi kaumnya yang selalu menentang dan mendustakannya, karena yang demikian itu adalah Sunatullah yang berlaku pada setiap Nabi dan Rasul yang diutus Allah SWT. Kaum Nabi Nuh mendustakan Nabi Nuh, begitu pula umat-umat yang lain, telah mendustakan Nabi-nabi dan Rasul-rasul yang diutus kepada mereka, seperti kaum `Ad, Samud, dan lain-lain. Bahkan selain mendustakan Rasul-rasul mereka, mereka juga merencanakan makar terhadap Rasul-rasul mereka. Mereka berusaha melawan Rasul-rasul mereka dan menganiaya sekehendak hati mereka.

Mereka tidak henti-hentinya menentang dan mendustakan serta mendebat Rasul-rasul mereka dengan atasan yang batil, tak berdasar seperti kata mereka bahwa Rasul-rasul itu manusia-manusia biasa seperti kita-kita juga, dengan maksud untuk melepaskan kebenaran, mengaburkan yang hak yang datangnya dari Allah SWT serta senantiasa mematikan dan memudarkan cahaya (agama) Allah SWT,

sebagaimana firman Allah SWT:
يريدون أن يطفئوا نور الله بأفواههم ويأبى الله إلا أن يتم نوره ولو كره الكافرون
Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah sekali-kali tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya. Walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.
(QS. At Taubah [9]:32)

Allah SWT tidak tinggal diam melihat perbuatan-perbuatan jahat yang menunjukkan kebejatan akhlak mereka itu. Mereka diazab dengan azab yang amat pedih dan dibinasakan oleh Allah SWT, bahkan ada yang dimusnahkan sehingga mereka seakan-akan tak pernah ada di bumi ini. Umat Muhammad saw. terutama penduduk Mekah dapat menyaksikan bekas-bekas kehancuran mereka sebagaimana dikisahkan di dalam Alquran.

sebagaimana firman Allah SWT:
وإنكم لتمرون عليهم مصبحين وبالليل أفلا تعقلون
Dan sesungguhnya kamu (hai penduduk Mekah) benar-benar akan melalui (bekas-bekas) mereka di waktu pagi dan di waktu malam. Maka apakah kamu tidak memikirkan.
(QS. Ash Saaffaat [37]:137-138)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Sebelum mereka, kaum Nuh dan golongan-golongan yang bersekutu telah mendustakan) rasul-rasulnya, seperti Ad dan Tsamud serta kaum-kaum lainnya (sesudah mereka, dan tiap-tiap umat telah merencanakan makar terhadap rasul mereka untuk menawannya) untuk membunuhnya (dan mereka membantah dengan alasan yang batil untuk melenyapkan) untuk menghapuskan (kebenaran dengan yang batil itu; karena itu Aku azab mereka) dengan siksaan. (Maka betapa pedihnya azab-Ku) terhadap mereka; hal itu sesuai dengan imbalan yang harus mereka terima.
««•»»
The people of Noah denied before them and [also] the factions, such as ‘Ād, Thamūd and others, [who came] after them. And every community sought to seize their messenger, to slay him, and they argued falsely [thinking] to rebut, to eliminate, thereby the truth. Then I seized them, with punishment; so how [fitting] was My punishment!, of them — in other words, it was appropriate.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 4][AYAT 6]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
5of85
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=40&tAyahNo=5&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#40:5

[040] Al Mu'min Ayat 004

««•»»
Surah Al Mu'min 4

مَا يُجَادِلُ فِي آيَاتِ اللَّهِ إِلَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَلَا يَغْرُرْكَ تَقَلُّبُهُمْ فِي الْبِلَادِ
««•»»
maa yujaadilu fii aayaati allaahi illaa alladziina kafaruu falaa yaghrurka taqallubuhum fii albilaadi
««•»»
Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah, kecuali orang-orang yang kafir. Karena itu janganlah pulang balik mereka dengan bebas dari suatu kota ke kota yang lain memperdayakan kamu.
««•»»
No one disputes the signs of Allah except the faithless. So do not be misled by their bustle in the towns.
««•»»

Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa hanyalah orang-orang kafir yang tidak senang kepada kebenaran yang suka mendebat, menentang dan mendustakan isi Alquran serta menuduhnya yang bukan-bukan, seperti dikatakan oleh mereka bahwa Alquran itu hanya syair dan sihir atau dongeng orang-orang purbakala dan lain-lain tuduhan yang meremehkannya, sekalipun Alquran itu sudah jelas dan diketahui oleh umum bahwa isinya semuanya adalah benar. Suatu perdebatan yang sifatnya seperti tersebut di atas, yang mendebat isi Alquran adalah perbuatan yang sangat tercela dan ia adalah suatu kekafiran, sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw:

المراء في القرآن كفر
Debat terhadap isi Alquran adalah kekafiran.
(H.R. Imam Ahmad dalam Musnad)

Oleh karena itu Nabi Muhammad saw melarang keras yang demikian itu sebagaimana sabdanya:
لا تماروا في القرآن فإن المراء فيه كفر
"Janganlah kamu mendebat isi Alquran, karena suatu debatan mengenai isi Alquran. adalah kekafiran".
(Lihat Tafsir Maragi, Jilid 8 Juz. 24 halaman: 44)

Adapun perdebatan yang mempersoalkan sesuatu dengan maksud untuk mencari dan menguatkan sesuatu yang hak, menjelaskan yang masih samar-samar, mengambil suatu pengertian hukum, menolak paham-paham dan kepercayaan yang menyimpang dan tidak sesuai dengan ajaran Islam,. menentang pengertian yang meremehkan isi Alquran, adalah perbuatan yang baik dan terpuji, bahkan yang demikian itu adalah perbuatan yang menjadi tugas para Nabi,

sebagaimana halnya Nabi Nuh kepada kaumnya yang dikisahkan di dalam Alquran:
قالوا يا نوح قد جادلتنا فأكثرت جدالنا
Mereka berkata "Hai Nuh! Sesungguhnya kamu telah berbantah dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami".
(QS. Huud [11]:32)

Pada akhir ayat ini, Allah SWT memperingati Nabi Muhammad saw supaya ia jangan terpedaya dengan kemewahan yang mereka peroleh, kebebasan gerak mereka dari satu kota ke kota yang lain, berjual beli dan berdagang seenaknya sehingga memperoleh kekayaan yang bertumpuk-tumpuk, karena bagaimanapun juga kesemuanya itu mempunyai batas, dan sifatnya sementara paling lama sama dengan umurnya. Sesudah itu mereka akan mendapat siksaan yang amat pedih di akhirat.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah) yakni Alquran (kecuali orang-orang yang kafir) dari kalangan penduduk kota Mekah. (Karena itu janganlah mereka pulang-balik dengan bebas dari suatu kota ke kota yang lain memperdayakan kamu) mereka pulang balik untuk mencari penghidupan dalam keadaan selamat, janganlah hal itu membuatmu teperdaya, karena sesungguhnya akibat dan tempat kembali mereka adalah neraka.
««•»»
None dispute the signs of God — the Qur’ān — except those who disbelieve, from among the people of Mecca, so do not be deceived by their bustle in the towns, [going about] seeking their livelihood in security, for the sequel for them will be the Fire.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
klik ASBABUN NUZUL klik
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Ibnu Abu Hatim telah mengetengahkan sebuah hadis melalui As Saddi yang bersumber dari Abu Malik sehubungan dengan firman-Nya, "Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah, kecuali orang-orang yang kafir." (Q.S. Al Mu'min, 4). Abu Malik telah mengatakan, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan Harits bin Qais As Sahmi.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 3][AYAT 5]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
4of85
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=40&tAyahNo=4&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#40:4

[040] Al Mu'min Ayat 003

««•»»
Surah Al Mu'min 3

غَافِرِ الذَّنْبِ وَقَابِلِ التَّوْبِ شَدِيدِ الْعِقَابِ ذِي الطَّوْلِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ إِلَيْهِ الْمَصِيرُ
««•»»
ghaafiri aldzdzanbi waqaabili alttawbi syadiidi al'iqaabi dzii alththhawli laa ilaaha illaa huwa ilayhi almashiiru
««•»»
Yang Mengampuni dosa dan Menerima taubat lagi keras hukuman-Nya. Yang mempunyai karunia. Tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Hanya kepada-Nyalah kembali (semua makhluk).
««•»»
forgiver of sins and acceptor of repentance, severe in retribution, [yet] all-bountiful, there is no god except Him, [and] toward Him is the destination.
««•»»

Pada ayat ini dijelaskan lima macam sifat Allah Yang menurunkan kitab Alquran:

KESATU
Pengampun dosa, sifat Allah SWT ini ditegaskan pula pada ayat yang lain, sebagaimana firman Allah SWT:
نبئ عبادي أني أنا الغفور الرحيم
"Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Akulah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".
(QS. Al Hijr [15]:49)

Dan firman-Nya:
إنه هو الغفور الرحيم
Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(QS. Az Zumar [39]:53)

Bagaimana banyaknya dosa seseorang apabila ia meminta ampun kepada Allah dengan sungguh-sungguh, maka Allah SWT akan mengampuni semua dosanya sebagaimana dijelaskan di dalam hadis Qudsi yang dalam bahasa Indonesianya berbunyi sebagai berikut:

"Hai hamba-hamba Ku, sesungguhnya kamu melakukan kesalahan di waktu siang dan malam, dan Aku mengampuni dosa-dosa itu semuanya, maka mintalah ampun pada Ku, niscaya Aku mengampuninya".
(H.R. Muslim dan Abu Zar)

Di dalam hadis Qudsi yang lain Allah SWT menegaskan pula yang dalam bahasa Indonesianya berbunyi sebagai berikut:

Berfirman Allah SWT: "Wahai anak Adam! Selagi kamu meminta dan mengharap kepada Ku, maka Aku akan mengampuni dosa-dosa yang ada padamu dan tidak Aku pedulikan lagi. Wahai anak Adam! Andai kata dosamu (bertumpuk) dan telah sampai ke awan langit, kemudian kamu meminta ampun kepada Ku niscaya Aku mengampuninya". (H.R. Tirmizi dari Anas)

KEDUA
Penerima tobat Sifat Allah SWT ini ditegaskan pula pada ayat yang lain di dalam Alquran:
ألم يعلموا أن الله هو يقبل التوبة عن عباده
Tidakkah mereka mengetahui bahwasanya Allah SWT Dialah yang menerima tobat dari hamba-hamba-Nya.
(QS. Taubah [9]:104)

Seseorang yang telah berbuat kejahatan seperti penganiayaan dan lain-lain, kemudian ia bertobat, menyesali perbuatannya itu, mempertebal imannya, berbuat baik, dan tetap di jalan Allah, maka Allah SWT akan menerima tobatnya, sebagaimana firman-Nya:

فمن تاب من بعد ظلمه وأصلح فإن الله يتوب عليه
Maka barangsiapa yang bertobat (di antara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah SWT menerima tobatnya.
(QS. Al Maidah [5]:39)

Dan firman-Nya:
وإني لغفار لمن تاب وآمن وعمل صالحا ثم اهتدى
Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertobat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar.
(QS. Thaaha [20]:82)

Dan firman-Nya lagi
:إلا الذين تابوا وأصلحوا وبينوا فأولئك أتوب عليهم وأنا التواب الرحيم
Kecuali mereka yang telah tobat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran) maka terhadap mereka itu Aku menerima tobatnya dan Akulah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.
(QS. Al Baqarah [2]:160)

KETIGA
Keras hukuman dan berat siksa-Nya.

Mengenai hal ini Allah SWT berfirman:
أن القوة لله جميعا وأن الله شديد العذاب
Bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah itu amat berat (keras) siksa-Nya.
(QS. Al Baqarah [2]:165)

Orang-orang yang berbuat jahat, bergelimang dosa seperti mendustakan dan memungkiri ayat-ayat Allah SWT, menempuh jalan yang sesat yaitu Selain jalan yang telah ditunjukkan dan digariskan Allah SWT mereka itulah yang mendapat siksaan Allah yang berat dan keras, sebagaimana firman-Nya:

كذبوا بآياتنا فأخذهم الله بذنوبهم والله شديد العقاب
Mereka mendustakan ayat-ayat Kami. Karena itu Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosa mereka, dan Allah sangat keras siksa-Nya.
(QS. Ali Imran [3]:11)

Pada ayat lain Allah SWT menegaskan:
إن الذين كفروا بآيات الله لهم عذاب شديد والله عزيز ذو انتقام
Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai pembalasan (siksa).
(QS. Ali Imran [3]:4)

Dan firman-Nya pula:
إن الذين يضلون عن سبيل الله لهم عذاب شديد
Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat.
(QS. Shaad [38/]:26)

KEEMPAT:
Mempunyai karunia. Setiap karunia dan nikmat yang kita peroleh adalah dari Allah SWT,

sebagaimana firman-Nya:
فضلا من الله ونعمة والله عليم حكيم
Sebagai karunia dan nikmat dari Allah SWT dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
(QS. Al Hujuurat [49]:8)

Dan firman-Nya:
وما بكم من نعمة فمن الله
Dan apa saja nikmat (karunia) yang ada pada kamu, maka dari Allahlah (datangnya).
(QS. An Nahl [16]:53)

Tidak ada seorang manusia, dengan jalan apa pun, yang dapat memberi angka yang pasti tentang banyaknya karunia dan nikmat yang telah diberikan Allah SWT padanya, sebagaimana firman-Nya:

وإن تعدوا نعمة الله لا تحصوها
Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menemukan jumlahnya.
(QS. An Nahl [16]:18)

KELIMA
Keesaan-Nya.

Salah satu sifat Allah SWT dari sifat-sifat-Nya yang wajib diimani yaitu bahwa Dia Esa, tidak ada Tuhan selain Din, tiada sekutu bagi-Nya, tiada sesuatu yang serupa dengan Dia,

sebagaimana firman Allah SWT:
ليس كمثله شيء وهو السمع البصير
Tiada sesuatu pun yang serupa dengan Dia dan Dialah Maha Mendengar dan Maha Melihat.
(QS. Asy Syura [42]:11)

Sekiranya Ia mempunyai sekutu, ada Tuhan lain yang berkuasa sama dengan kekuasaan-Nya, maka dunia ini akan hancur,

sebagaimana firman Allah SWT:
لو كان فيهما آلهة إلا الله لفسدتا فسبحان الله رب العرش عما يصفون
Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan, selain Allah SWT tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai Arasy daripada apa yang mereka sifatkan.
(QS. Anbiya [21]:22)

Orang-orang yang mengatakan bahwa Allah itu adalah salah satu dari yang tiga, mereka itu adalah termasuk golongan yang ingkar dan kafir, karena sebenarnya Allah itu Esa, tiada Tuhan selain Dia,

firman Allah SWT
لقد كفر الذين قالوا إن الله ثالث ثلاثة وما من إله إلا إله واحد وإن لم ينتهوا عما يقولون ليمسن الذين كفروا منهم عذاب أليم
Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Maha Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang kafir di antara mereka akan ditimpa siksa yang pedih.
(QS. Al Maidah [5]:73)

Ayat ini diakhiri dengan suatu ketegasan bahwa semua makhluk akan kembali kepada Allah dan di sanalah nanti disempurnakan balasan bagi mereka menurut perbuatan mereka masing-masing,

sebagaimana firman Allah SWT:
واتقوا يوما ترجعون فيه إلى الله ثم توفى كل نفس ما كسبت وهم لا يظلمون
Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).
(QS. Al Baqarah [2]:281)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Yang mengampuni dosa) orang-orang mukmin (dan menerima tobat) mereka (lagi keras hukuman-Nya) terhadap orang-orang kafir, yaitu Dia mengeraskan azab-Nya terhadap mereka (Yang mempunyai karunia) yakni Pemberi nikmat yang lapang; Dia bersifat demikian selama-lamanya. Dimudhafkannya lafal Ghaafir kepada Adz-Dzanbi, lafal Qaabil kepada At-Taubi, dan lafal Syadiid kepada Al-Iqaabi mengandung makna Takrif sebagaimana lafal terakhir yaitu Dzith Thauli. (Tiada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nyalah kembali) semua makhluk pasti kembali kepada-Nya.
««•»»
Forgiver of sins, for believers, and Accepter of repentance, from them (al-tawb is the verbal noun), Severe in punishment, of disbelievers — in other words, One Who makes it severe for them — One of [abundant] bounty, bestower of abundant grace — God is eternally possessed of all of these attributes, and so the annexation construction using the derivatives [of these attributes] is for the purposes of characterisation, as in the case of the last. There is no god except Him; to Him is the journeying, the [ultimate] return.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 2][AYAT 4]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
3of85
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=40&tAyahNo=3&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#40:3