Selasa, 11 Agustus 2015

[040] Al Mu'min Ayat 028


««•»»
[040] Al Mu'min Ayat 028
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 27][AYAT 29]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
28of85
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=40&tAyahNo=28&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#40:28

[040] Al Mu'min Ayat 027

««•»»
Surah Al Mu'min 27

وَقالَ موسىٰ إِنّي عُذتُ بِرَبّي وَرَبِّكُم مِن كُلِّ مُتَكَبِّرٍ لا يُؤمِنُ بِيَومِ الحِسابِ
««•»»
waqaala muusaa innii 'udztu birabbii warabbikum min kulli mutakabbirin laa yu/minu biyawmi alhisaabi
««•»»
Dan Musa berkata: "Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu dari setiap orang yang menyombongkan diri yang tidak beriman kepada hari berhisab".
««•»»
Moses said, ‘Indeed I seek the protection of my Lord and your Lord from every arrogant one who does not believe in the Day of Reckoning.’
««•»»

Keinginan rezim Firaun itu tidak hanya terbatas untuk hanya membunuh anak laki-laki Bani Israel dan menghidupkan anak-anak perempuan, tetapi mereka juga hendak menumbangkan pokok pangkal agama tauhid yaitu langsung hendak membunuh Musa dan menantang Musa minta bantuan Tuhan yang mengutusnya untuk mencegah pembunuhan itu, akan tetapi setiap rencana demikian hendak dilaksanakan mereka batal begitu saja. Boleh jadi mereka tidak sanggup melaksanakannya, atau mungkin yang mereka takuti bahaya dari pengaruh Musa yang mereka anggap sebagai tukang sihir yang tiada bandingannya. Menurut mereka bila Musa terbunuh, tentulah timbul dugaan di kalangan pengikutnya bahwa Firaun takut berhadapan dengan hujah dan keterangan yang disampaikan Musa. Demikianlah rencana jahat itu sebagai dijanjikan Allah tidak akan pernah berhasil. Boleh juga jadi ucapan hendak membunuh Musa itu hanya semacam gertak sambal saja.

Sebab mereka ingin menentang Tuhan apakah Dia betul-betul membela Musa atau sekadar hendak menunjukkan sikap sombong dan kecongkakan belaka. Latar belakang rencana jahat terhadap Musa itu seperti disebutkan oleh lanjutan ayat ini ialah rasa kekhawatiran Firaun bahwa Musa akan menukar agama rakyatnya yang menyembah selain Allah kepada agama yang mentauhidkan Allah atau dikhawatirkan Musa akan menimbulkan fitnah dan perpecahan di kalangan rakyatnya. Padahal sesungguhnya tidaklah benar petunjuk yang dibawa Musa kepada kaumnya dengan berkembangnya ajaran Musa kepada kaumnya, membawa kebinasaan dan kerusakan seperti yang dituduhkan Firaun kepadanya. Ketika rencana pembunuhan itu didengar oleh Musa, beliau mengumandangkan kepada orang-orang yang merencanakan itu bahwa ia akan berlindung diri kepada Tuhan-Nya dan Tuhan mereka juga dari segala kejahatan orang yang takabur (sombong) yang tidak mau menerima kebenaran, tidak mau beriman dengan hari di mana Allah membalas segala amalan, yang baik dibalas dengan kebaikan, sedang yang berbuat jahat diganjari dengan siksa.

Dalam ayat ini dikhususkan perlindungan itu dari segala bentuk kesombongan dan pendustaan terhadap adanya pembalasan (hari akhirat).

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan Musa berkata,) kepada kaumnya sedangkan dia telah mendengar ancaman Firaun tadi ("Sesungguhnya aku berlindung kepada Rabbku dan Rabb kalian dari setiap orang yang menyombongkan diri yang tidak beriman kepada hari berhisab.")
««•»»
And Moses said, to his people, after he had heard that [saying of Pharaoh]: ‘Indeed I seek refuge in my Lord and your Lord from every arrogant one who does not believe in the Day of Reckoning’.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 26][AYAT 28]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
27of85
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=40&tAyahNo=27&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#40:27

[040] Al Mu'min Ayat 026

««•»»
Surah Al Mu'min 26

وَقالَ فِرعَونُ ذَروني أَقتُل موسىٰ وَليَدعُ رَبَّهُ ۖ إِنّي أَخافُ أَن يُبَدِّلَ دينَكُم أَو أَن يُظهِرَ فِي الأَرضِ الفَسادَ
««•»»
waqaala fir'awnu dzaruunii aqtul muusaa walyad'u rabbahu innii akhaafu an yubaddila diinakum aw an yuzhhira fii al-ardhi alfasaada
««•»»
Dan berkata Fir'aun (kepada pembesar-pembesarnya): "Biarkanlah aku membunuh Musa dan hendaklah ia memohon kepada Tuhannya, karena sesungguhnya aku khawatir dia akan menukar agamamu atau menimbulkan kerusakan di muka bumi".
««•»»
And Pharaoh said, ‘Let me slay Moses, and let him invoke his Lord. Indeed I fear that he will change your religion, or bring forth corruption in the land.’
««•»»

Keinginan rezim Firaun itu tidak hanya terbatas untuk hanya membunuh anak laki-laki Bani Israel dan menghidupkan anak-anak perempuan, tetapi mereka juga hendak menumbangkan pokok pangkal agama tauhid yaitu langsung hendak membunuh Musa dan menantang Musa minta bantuan Tuhan yang mengutusnya untuk mencegah pembunuhan itu, akan tetapi setiap rencana demikian hendak dilaksanakan mereka batal begitu saja. Boleh jadi mereka tidak sanggup melaksanakannya, atau mungkin yang mereka takuti bahaya dari pengaruh Musa yang mereka anggap sebagai tukang sihir yang tiada bandingannya. Menurut mereka bila Musa terbunuh, tentulah timbul dugaan di kalangan pengikutnya bahwa Firaun takut berhadapan dengan hujah dan keterangan yang disampaikan Musa. Demikianlah rencana jahat itu sebagai dijanjikan Allah tidak akan pernah berhasil. Boleh juga jadi ucapan hendak membunuh Musa itu hanya semacam gertak sambal saja.

Sebab mereka ingin menentang Tuhan apakah Dia betul-betul membela Musa atau sekadar hendak menunjukkan sikap sombong dan kecongkakan belaka. Latar belakang rencana jahat terhadap Musa itu seperti disebutkan oleh lanjutan ayat ini ialah rasa kekhawatiran Firaun bahwa Musa akan menukar agama rakyatnya yang menyembah selain Allah kepada agama yang mentauhidkan Allah atau dikhawatirkan Musa akan menimbulkan fitnah dan perpecahan di kalangan rakyatnya. Padahal sesungguhnya tidaklah benar petunjuk yang dibawa Musa kepada kaumnya dengan berkembangnya ajaran Musa kepada kaumnya, membawa kebinasaan dan kerusakan seperti yang dituduhkan Firaun kepadanya. Ketika rencana pembunuhan itu didengar oleh Musa, beliau mengumandangkan kepada orang-orang yang merencanakan itu bahwa ia akan berlindung diri kepada Tuhan-Nya dan Tuhan mereka juga dari segala kejahatan orang yang takabur (sombong) yang tidak mau menerima kebenaran, tidak mau beriman dengan hari di mana Allah membalas segala amalan, yang baik dibalas dengan kebaikan, sedang yang berbuat jahat diganjari dengan siksa.

Dalam ayat ini dikhususkan perlindungan itu dari segala bentuk kesombongan dan pendustaan terhadap adanya pembalasan (hari akhirat).

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan berkata Firaun kepada pembesar-pembesarnya, "Biarkanlah aku membunuh Musa) karena mereka mencegahnya melakukan pembunuhan terhadap Musa (dan hendaklah ia memohon kepada Rabbnya) supaya Dia mencegah niatku yang akan membunuhnya (karena sesungguhnya aku khawatir dia akan menukar agama kalian) mencegah kalian menyembahku, lalu kalian mengikutinya (atau menimbulkan kerusakan di muka bumi") seperti melakukan pembunuhan dan lain sebagainya. Menurut suatu qiraat lafal Au dibaca Wa. Dan menurut qiraat lainnya dibaca Ay Yazhhara Fil Ardhil Fasaadu.
««•»»
And Pharaoh said, ‘Let me slay Moses — for they used to restrain him from slaying him — and let him call to his Lord, to defend him against me. Indeed I fear that he may change your religion, [involving] your worship of me, so that you will then follow him [in his religion], or that he may cause corruption to appear in the land’, by [initiating] killing and otherwise (a variant reading [for wa-an, ‘and that’] is aw-an, ‘or that’; a variant reading [for an yuzhira fī’l-ardi’l-fasāda] is [the impersonal construction] an yazhara fī’l-ardi’l-fasādu, ‘that corruption may appear in the land’).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 25][AYAT 27]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
26of85
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=40&tAyahNo=26&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#40:26

[040] Al Mu'min Ayat 025

««•»»
Surah Al Mu'min 25

فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْحَقِّ مِنْ عِنْدِنَا قَالُوا اقْتُلُوا أَبْنَاءَ الَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ وَاسْتَحْيُوا نِسَاءَهُمْ وَمَا كَيْدُ الْكَافِرِينَ إِلَّا فِي ضَلَالٍ
««•»»
falammaa jaa-ahum bialhaqqi min 'indinaa qaaluu uqtuluu abnaa-a alladziina aamanuu ma'ahu waistahyuu nisaa-ahum wamaa kaydu alkaafiriina illaa fii dhalaalin
««•»»
Maka tatkala Musa datang kepada mereka membawa kebenaran dari sisi Kami mereka berkata: "Bunuhlah anak-anak orang- orang yang beriman bersama dengan dia dan biarkanlah hidup wanita-wanita mereka". Dan tipu daya orang-orang kafir itu tak lain hanyalah sia-sia (belaka).
««•»»
So when he brought them the truth from Us, they said, ‘Kill the sons of the faithful who are with him, and spare their women.’ But the stratagems[1] of the faithless only go awry.
[1] Or ‘the guile of the faithless.’
««•»»

Setelah Musa menyampaikan keterangan-keterangan terperinci tentang ke Maha Esaan Allah SWT, dan kewajiban manusia untuk beramal dan menaati perintah-Nya, mereka marah sekali karena tidak sanggup melanjutkan tukar pikiran dengan Musa. Karena itu mereka berseru: "Bunuh anak-anak kaum Bani Israel yang beriman kepada Musa, tetapi hidupkan dan peliharalah anak wanita mereka untuk melayani kita". Pembunuhan yang diperintahkan oleh Firaun yang berlaku terhadap setiap anak laki-laki Bani Israel ini adalah instruksi yang kedua kalinya.

Sejak Firaun memerintahkan pembunuhan bayi laki-laki atas nasihat ahli-ahli ramal guna mencegah lahirnya seorang anak dan keluarga Bani Israel yang akan menggulingkan kerajaannya, maka setelah Musa lahir Firaun menghentikan perintah pembunuhan bayi laki-laki itu.

Kata Ibnu Kasir: "Maksud (rahasia) dari perintah pembunuhan bayi besesar-besam itu adalah untuk memusnahkan atau melemahkan potensi Bani Israel yang hidup di bumi Mesir. Setelah Musa diutus sebagai Nabi dan Rasul-Nya kembalilah Bani Israel mengalami tekanan-tekanan dan siksaan-siksaan dari rezim Firaun terutama bagi mereka yang beriman kepada Nabi Musa as. Tekanan tersebut mencapai puncaknya, ketika Firaun memerintahkan pembunuhan bayi laki-laki tetapi memelihara bayi perempuan seperti perintah menjelang munculnya kerasulan Musa. Kali ini instruksi tersebut dimaksudkan untuk mencegah dan menakut-nakuti orang agar jangan percaya kepada Musa, atau mencegah bertambah besarnya jemaah orang-orang yang beriman dan terutama dari bayi laki-laki yang mungkin kelak mereka akan membela bangsanya dari tindasan Firaun.

Tetapi rencana jahat mereka itu tidak jadi terlaksana dengan baik, sebab Allah segera menurunkan berbagai rupa azab-Nya, seperti munculnya ribuan binatang; katak, belalang, dan darah (yang keluar dari hidung), topan sampai kepada hijrahnya Bani Israel bersama Musa meninggalkan bumi Mesir. Menurut komentar Ibnu Kasir tujuan utama dari penyiksaan Firaun tersebut (antara lain dengan membunuh bayi laki-laki) adalah untuk menanamkan rasa kecewa dan tidak puas kepada Musa di kalangan pengikut-pengikutnya, sehingga mereka menjadi lemah imannya;

sebagaimana disebutkan dalam ayat lain:
قالوا أوذينا من قبل أن تأتينا ومن بعد ما جئتنا قال عسى ربكم أن يهلك عدوكم ويستخلفكم في الأرض فينظر كيف تعملون
Kaum Musa berkata: "Kami telah ditindas (oleh Firaun) sebelum kamu datang kepada kami dan sesudah kamu datang. Musa menjawab: "Mudah-mudahan Allah membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu khalifah di bumi (Nya), maka Allah akan melihat bagaimana perbuatanmu".
(QS. Al A'raaf [7]:129)

Program Firaun untuk membinasakan Bani Israel dan untuk mematikan gerakan dakwah Musa mengalami kegagalan. Ujung ayat 25 surah ini menegaskan bahwa rencana jahat mereka dan usahanya untuk mengurangi jumlah rakyat Bani Israel supaya Firaun itu dapat mengalahkan mereka, sia-sia saja dan terpaksa harus dibatalkan. Sebab orang-orang yang hendak beriman kepada Musa tidak terhalang, walaupun ada rencana yang begitu kejamnya, ketentuan yang telah ditetapkan Allah yakni kemenangan akhir berada di tangan Nabi Musa, mau tidak mau harus berlaku, kemenangan harus berada di tangan orang mukmin,

sebagaimana dijanjikan Allah dalam ayat:
كتب الله لأغلبن أنا ورسلي إن الله قوي عزيز
Allah telah menetapkan: "Aku dan Rasul-rasul Ku pasti menang". Sesungguhnya Allah Maha Kuasa lagi Maha Perkasa".
(QS. Al Mujadilah [58]:21)

Ringkasnya segala bentuk rencana jahat yang bermaksud hendak melenyapkan agama Allah pasti akan gagal bila berhadapan dengan kekuatan Yang Maha Perkasa yang berasal dari Allah SWT, dan kemenangan pasti akan diraih oleh golongan muttaqin. Pengikut Musa diselamatkan Allah dari segala bala, sedang Firaun bersama kaumnya tenggelam di laut Merah.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Maka tatkala Musa datang kepada mereka membawa kebenaran) yakni dengan membawa perkara yang hak (dari sisi Kami, mereka berkata, "Bunuhlah anak-anak orang-orang yang beriman bersama dengan dia dan biarkanlah hidup) yakni biarkanlah tetap hidup (wanita-wanita mereka." Dan tipu daya orang-orang kafir itu tak lain hanyalah sia-sia belaka) yakni menjerumuskan mereka sendiri dalam kebinasaan.
««•»»
So when he brought them the truth from Us, they said, ‘Slay the sons of those who believe with him, and spare, keep alive, their women’. But the guile of the disbelievers is ever in error, in perdition.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 24][AYAT 26]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
25of85
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=40&tAyahNo=25&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#40:25

Jumat, 26 Juni 2015

[040] Al Mu'min Ayat 024

««•»»
Surah Al Mu'min 24

إِلَى فِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَقَارُونَ فَقَالُوا سَاحِرٌ كَذَّابٌ
««•»»
ilaa fir'awna wahaamaana waqaaruuna faqaaluu saahirun kadzdzaabun
««•»»
Kepada Fir'aun, Haman dan Qarun; maka mereka berkata: "(Ia) adalah seorang ahli sihir yang pendusta".
««•»»
to Pharaoh, Hāmān and Korah, but they said, ‘A magician, a mendacious liar.’
««•»»

Ayat ini menegaskan bahwa kedatangan Musa sebagai utusan (Rasul Allah) dengan membawa ayat-ayat yang menerangkan keesaan Allah SWT. Beliau bertugas untuk menyeru Firaun supaya beriman bersama Haman dan Karun (salah seorang saudagar dan hartawan terkaya waktu itu). Tetapi Firaun, Haman dan Karun tidak mau beriman, malah mendustakannya, dan menuduh Musa sebagai tukang sihir yang sudah gila. Tuduhan Firaun itu disebabkan ahli-ahli sihirnya tidak mampu mengalahkan mukjizat yang diperlihatkan oleh Nabi Musa.

Kandungan ayat ini dikuatkan oleh keterangan ayat lain:
فتولى بركنه وقال ساحرا ومجنون
Maka dia (Firaun) berpaling (dari iman) bersama tentaranya dan berkata. "Dia adalah seorang tukang sihir atau seorang gila".
(QS. Al Dhariyat [51]:39)

Kenapa Firaun, Haman dan Karun disebutkan Allah secara khusus dalam ayat ini? Oleh karena ketiga orang itulah yang merupakan tokoh berpengaruh yang tidak hanya mendustakan Musa secara pribadi saja, tetapi juga menyerukan kepada pengikut-pengikutnya untuk menerima jalan pikirannya. Ketika terjadi dialog sekitar masalah Ketuhanan Yang Maha Esa, di mana Firaun bersama pengikutnya tidak mempercayai sama sekali atas keterangan-keterangan yang cukup meyakinkan. Akan tetapi Firaun tidak mau tunduk begitu saja, kini ia menggunakan kekerasan dan kekuasaan tangan besinya untuk mengintimidasi dan memaksa orang mendustakan Musa, seperti disebutkan dalam ayat berikut ini.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Kepada Firaun, Haman dan Qarun; maka mereka berkata,) "Dia (adalah seorang ahli sihir yang pendusta.")
««•»»
to Pharaoh and Hāmān and Korah, but they said — that he was — ‘A sorcerer, a [mere] liar!’
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 23][AYAT 25]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
24of85
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=40&tAyahNo=24&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#40:24

[040] Al Mu'min Ayat 023

««•»»
Surah Al Mu'min 23

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مُوسَى بِآيَاتِنَا وَسُلْطَانٍ مُبِينٍ
««•»»
walaqad arsalnaa muusaa bi-aayaatinaa wasulthaanin mubiinin
««•»»
Dan sesungguhnya telah Kami utus Musa dengan membawa ayat- ayat Kami dan keterangan yang nyata,
««•»»
Certainly We sent Moses with Our signs and a manifest authority
««•»»

Dalam ayat ini Allah menceritakan kisah Nabi Musa as ketika menghadapi Firaun, sebagai hiburan bagi Nabi Muhammad saw untuk memantapkan hatinya dalam berdakwah, dan agar beliau tidak putus asa dan bersedih hati, karena sikap membatu dan keras kepala yang diperlihatkan oleh orang Quraisy. Allah menjanjikan kemenangan bagi perjuangan Nabi Muhammad saw yakni kemenangan dunia akhirat, sebaliknya siksa dan azab pasti akan menimpa orang musyrik yang tidak juga beriman. Untuk meyakinkan Nabi Muhammad saw Allah menyebutkan kisah Musa menghadapi Firaun.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan sesungguhnya telah Kami utus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami dan keterangan yang nyata) bukti yang jelas dan tampak.
««•»»
And verily We sent Moses with Our signs and a clear warrant, an evident and manifest proof,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 22][AYAT 24]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
23of85
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=40&tAyahNo=23&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#40:23

[040] Al Mu'min Ayat 022

««•»»
Surah Al Mu'min 22

ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانَتْ تَأْتِيهِمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَكَفَرُوا فَأَخَذَهُمُ اللَّهُ إِنَّهُ قَوِيٌّ شَدِيدُ الْعِقَابِ
««•»»
dzaalika bi-annahum kaanat ta/tiihim rusuluhum bialbayyinaati fakafaruu fa-akhadzahumu allaahu innahu qawiyyun syadiidu al'iqaabi
««•»»
Yang demiklan itu adalah karena telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata  {1321} lalu mereka kafir; maka Allah mengazab mereka. Sesungguhnya Dia Maha Kuat lagi Maha Keras hukuman-Nya.
{1321} Maksudnya: mukjizat, hukum-hukum, dan ajaran-ajaran yang dibawanya.
««•»»
That was because their apostles used to bring them manifest proofs, but they defied [them]. So Allah seized them. Indeed He is all-strong, severe in retribution.
««•»»

Sebab utama dari turunnya siksaan itu ialah seperti yang diterangkan di atas, yakni sikap mereka yang tidak mau membenarkan risalah Rasul, padahal apa yang mereka sampaikan adalah ajaran yang mengandung kebenaran dengan keterangan-keterangan yang jelas. Itulah resiko yang harus dialami oleh seseorang yang tidak man percaya dengan kebenaran agama. Akhir ayat ini menegaskan bahwa Allah Maha Kuasa dan sangat keras siksa-Nya. Oleh karena itu Alquran menyeru kepada kaumnya yang mempersekutukan Tuhan dan juga kepada manusia-manusia fasik, supaya mereka memperingatkan diri mereka sendiri akan besarnya bahaya yang pasti akan datang dari Allah bila mereka tidak mau berhenti dari kemusyrikan dan kefasikan. Ambillah pelajaran dari peristiwa sejarah yang menimpa umat dahulu, dan peristiwa itu pasti akan berulang kembali, dan tidak ada perubahan dalam ketetapan Sunatullah itu.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Yang demikian itu adalah karena telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti) yakni mukjizat-mukjizat yang tampak (lalu mereka kafir; maka Allah mengazab mereka. Sesungguhnya Dia Maha Kuat lagi Maha Keras hukuman-Nya.)
««•»»
That was because their messengers used to bring them clear signs, manifest miracles, but they disbelieved. So God seized them. Indeed He is Strong, Severe in punishment.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 21][AYAT 23]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
22of85
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=40&tAyahNo=22&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#40:22

[040] Al Mu'min Ayat 021

««•»»
Surah Al Mu'min 21

أَوَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ كَانُوا مِنْ قَبْلِهِمْ كَانُوا هُمْ أَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةً وَآثَارًا فِي الْأَرْضِ فَأَخَذَهُمُ اللَّهُ بِذُنُوبِهِمْ وَمَا كَانَ لَهُمْ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَاقٍ
««•»»
awa lam yasiiruu fii al-ardhi fayanzhuruu kayfa kaana 'aaqibatu alladziina kaanuu min qablihim kaanuu hum asyadda minhum quwwatan waaatsaaran fii al-ardhi fa-akhadzahumu allaahu bidzunuubihim wamaa kaana lahum mina allaahi min waaqin
««•»»
an apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi, lalu memperhatikan betapa kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka itu adalah lebih hebat kekuatannya daripada mereka dan (lebih banyak) bekas-bekas mereka di muka bumi  {1320}, maka Allah mengazab mereka disebabkan dosa-dosa mereka. Dan mereka tidak mempunyai seorang pelindung dari azab Allah.
 {1320} Maksudnya: bangunan, alat perlengkapan, benteng-benteng dan istana-istana.
««•»»
Have they not traveled over the land so that they may observe how was the fate of those who were before them? They were greater than them in might and with respect to the effects [they left] in the land. But then Allah seized them for their sins, and they had no defender against Allah[’s punishment].
««•»»

Dalam ayat ini diingatkan kepada kaum kafir yang mengingkari kebenaran risalah Muhammad saw, apakah mereka tidak pernah memperhatikan dan mempelajari serta mengambil pelajaran dari sejarah bangsa-bangsa dahulu kala (yang mendurhakai Allah), atau menyaksikan sendiri bekas-bekas yang tertinggal dari daerah-daerah yang telah dibinasakan Allah penduduknya? Ayat ini menerangkan bahwa mereka adalah manusia yang perkasa, kuat fisiknya (dibandingkan dengan generasi manusia masa kini), seperti bangsa `Ad, Samud dan lain-lainnya. Di samping kekerasan fisik mereka, Allah juga menganugerahkan harta dan keturunan yang banyak, keahlian untuk membangun gedung dan perumahan yang kuat, keterampilan dalam bidang pertanian, dan sehingga mereka hidup makmur dan berbudaya tinggi.

Tetapi mungkin karena kemakmuran dan kebahagiaan hidup duniawi yang mereka nikmati itu, para Rasul yang dikirim Allah untuk mengajak ke jalan yang benar, mereka dustai bahkan disiksa atau dibunuh. Karena dosa dan perbuatan sewenang-wenang yang melampaui batas itu Allah menjatuhkan hukum-Nya. Bangunan-bangunan megah yang mereka dirikan, sawah ladang dan hewan ternak serta harta benda mereka dihancurkan Allah menjadi puing-puing tidak berarti. Mereka menemui kiamatnya dengan segala kesengsaraan dan penderitaan yang tiada taranya. Dalam keadaan demikian tidak seorang pun yang dapat menyelamatkan diri, sebab keperkasaan dan kekuatan fisik yang mereka miliki tiada artinya di hadapan Allah bila Dia menurunkan azab-Nya. Demikian pula halnya yang akan berlaku di masa kini, tiada yang akan menolong menyelamatkan manusia dari siksaan-Nya kecuali iman, amal saleh serta sikap kesediaan untuk membela iman dan kebenaran.

Sebaliknya sikap mendustai dan mengingkari risalah (ajaran) Rasul yang dapat diuji kebenarannya dengan ratio yang sehat itu, pada akhirnya justru akan membawa kepada kehancuran dan kebinasaan.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi, lalu memperhatikan betapa kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka itu adalah lebih hebat daripada mereka) menurut suatu qiraat lafal Minhum dibaca Minkum, artinya lebih hebat daripada kalian (kekuatannya dan lebih banyak bekas-bekas mereka di muka bumi) seperti bangunan-bangunan dan gedung-gedungnya (maka Allah mengazab mereka) membinasakan mereka (disebabkan dosa-dosa mereka. Dan sekali-kali mereka tidak mempunyai seorang pelindung dari azab Allah) dari siksaan-Nya.
««•»»
Have they not travelled in the land and beheld the nature of the consequence for those who were before them? They were more powerful than them (a variant reading has minkum, ‘than yourselves’) in strength and in [their] vestiges on earth, in the way of large structures and palaces. Yet God seized them, He destroyed them, for their sins and they had none to shield them from God, from His chastisement.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 20][AYAT 22]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
21of85
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=40&tAyahNo=21&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#40:21

[040] Al Mu'min Ayat 020

««•»»
Surah Al Mu'min 20

وَاللَّهُ يَقْضِي بِالْحَقِّ وَالَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ لَا يَقْضُونَ بِشَيْءٍ إِنَّ اللَّهَ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
««•»»
waallaahu yaqdhii bialhaqqi waalladziina yad'uuna min duunihi laa yaqdhuuna bisyay-in inna allaaha huwa alssamii'u albashiiru
««•»»
Dan Allah menghukum dengan keadilan. Dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah tiada dapat menghukum dengan sesuatu apapun. Sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
««•»»
Allah judges with justice,[1] while those whom they invoke besides Him do not judge by anything. Indeed it is Allah who is the All-hearing, the All-seeing.
[1] Or ‘judges justly.’
««•»»

Pada Ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa Dia akan menghukum dengan adil orang-orang yang khianat dan curang penglihatan matanya yang menyembunyikan di dalam hatinya niat-niat dan keinginan yang jahat, memberi balasan surga kepada orang-orang yang memejamkan matanya menghindari melihat yang diharamkan, dan balasan siksa yang pedih bagi orang-orang yang mengulang-ulang penglihatannya dan menetapkan di dalam hatinya akan mengerjakan sesuatu yang dilarang agama. Tak seorangpun yang dirugikan. Akibat perbuatan seseorang itu akan kembali kepada dirinya masing-masing, tak akan dianiaya sedikitpun,

sebagaimana firman Allah SWT:
من عمل صالحا فلنفسه ومن أساء فعليها وما ربك بظلام للعبيد
Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa yang berbuat jahat maka (dosanya) atas dirinya sendiri dan sekali-kali tidaklah Tuhanmu menganiaya hamba-hamba (Nya).
(QS. Fushshilat [41]:46)

Adapun berhala-berhala dan sembahan-sembahan yang lain yang disembah oleh kaum musyrikin itu, tidak berdaya, tidak dapat menghukum dengan sesuatu apapun, karena mereka itu tidak tahu apa-apa dan tidak mempunyai kekuasaan sedikitpun. Pada akhir ayat ini ditegaskan bahwa Allah itu Maha Mendengar segala ucapan, baik yang nyata maupun secara berbisik-bisik bahkan bisikan hatipun. Ia mendengarnya. Maha Melihat semua yang di perbuat seseorang baik di tempat yang terang maupun di tempat yang gelap.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan Allah menghukum dengan keadilan. Dan sesembahan-sesembahan yang mereka seru) yang mereka sembah (selain Allah) yakni berhala-berhala (tiada dapat menghukum dengan sesuatu apa pun) mana mungkin mereka menjadi sekutu-sekutu Allah? (Sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Mendengar) semua perkataan mereka (lagi Maha Melihat) semua perbuatan mereka.
««•»»
And God decrees with truth, while those on whom they call, whom they worship, that is, the disbelievers of Mecca (read yad‘ūna, ‘they call’, or tad‘ūna, ‘you call’) besides Him — and these are the idols — do not decree by any means [at all]: so how can they be God’s associates? Truly God is the Hearer, of their sayings, the Seer, of their actions.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 19][AYAT 21]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
20of85
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=40&tAyahNo=20&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#40:20

Selasa, 19 Mei 2015

[040] Al Mu'min Ayat 019

««•»»
Surah Al Mu'min 19

يَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ
««•»»
ya'lamu khaa-inata al-a'yuni wamaa tukhfii alshshuduuru
««•»»
Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat {1319} dan apa yang disembunyikan oleh hati.
{1319} Yang dimaksud dengan pandangan mata yang khianat adalah pandangan yang dilarang, seperti memandang kepada wanita yang bukan muhrimnya.
««•»»
He knows the treachery of the eyes,[1] and what the breasts hide.
[1] That is, the sins committed with the eyes.
««•»»

Pada ayat ini, Allah SWT menerangkan bahwa Dia mengetahui penglihatan mata yang khianat dan pandangan yang curang.

Berkata Ibnu `Abbas memberikan contoh penglihatan mata seorang yang khianat: "Seorang laki-laki berada di tengah-tengah kaumnya, maka lewatlah di dekat mereka seorang perempuan. Ia memperlihatkan kepada kaumnya bahwa ia memejamkan matanya dan tidak melihat wanita yang lewat itu. Kalau kaumnya tidak memperhatikannya ia membuka matanya melihat wanita itu. Tetapi kalau kaumnya melihat dia, ia menunduk lagi menyembunyikan pandangannya. Penglihatan khianat yang curang seperti itu, Allah SWT mengetahui bahwa di dalam hati laki-laki itu tersembunyi niat ingin melihat aurat wanita yang lewat itu. Begitu juga Allah Mengetahui apa yang disembunyikan di dalam hati. Hal ini dijelaskan juga dalam ayat lain,

sebagaimana firman Allah SWT:
والله عليم بذات الصدور
Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati.
(QS. At Tagabun [64:4)

Dan firman-Nya:
إن تخفوا ما في صدوركم أو تبدوه يعلمه الله
Jika kamu menyembunyikan apa yang ada di hatimu atau kamu melahirkannya, pasti Allah mengetahuinya.
(QS. Ali Imran [3]:29)

Kalau yang tersembunyi rapat seperti bisikan hati, diketahui oleh Allah SWT, tentunya lebih-lebih lagi yang nyata yang ada di sekitar kita yang ada di langit dan di bumi, yang diturunkan dari langit dan apa yang naik dari padanya,

sebagaimana firman Allah SWT.
يعلم ما بين أيديهم وما خلفهم
Allah mengetahui apa-apa yang di hadapkan mereka dan apa-apa yang di belakang mereka.
(QS. Al Baqarah [2]:255)

Dan firman-Nya:
يعلم ما في السماوات والأرض ويعلم ما تسرون وما تعلنون
Dan (Allah) mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan.
(QS. At Tagabun [64]:4)

Dan firman-Nya lagi
يعلم ما يلج في الأرض وما يخرج منها وما ينزل من السماء وما يعرج فيها
Dan (Allah) mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi, apa yang keluar daripadanya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya.
(QS. Saba [34]:2)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dia mengetahui) Allah mengetahui (mata yang khianat) ketika mencuri pandang melihat hal-hal yang diharamkan (dan apa yang disembunyikan oleh hati) yang tersimpan di dalam kalbu.
««•»»
He, namely, God, knows the treachery of the eyes, when it steals a glance at what is prohibited [for it to look at], and what the breasts hide — [what] the hearts [hide].
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 18][AYAT 20]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
19of85
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=40&tAyahNo=19&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#40:19

[040] Al Mu'min Ayat 018

««•»»
Surah Al Mu'min 18

وَأَنْذِرْهُمْ يَوْمَ الْآزِفَةِ إِذِ الْقُلُوبُ لَدَى الْحَنَاجِرِ كَاظِمِينَ مَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ حَمِيمٍ وَلَا شَفِيعٍ يُطَاعُ
««•»»
wa-andzirhum yawma al-aazifati idzi alquluubu ladaa alhanaajiri kaatsimiina maa lilzhzhaalimiina min hamiimin walaa syafii'in yuthaa'u
««•»»

Berilah mereka peringatan dengan hari yang dekat (hari kiamat yaitu) ketika hati (menyesak) sampai di kerongkongan dengan menahan kesedihan. Orang-orang yang zalim tidak mempunyai teman setia seorangpun dan tidak (pula) mempunyai seorang pemberi syafa'at yang diterima syafa'atnya.
««•»»
Warn them of the Imminent Day[1] when the hearts will be at the throats, choking with suppressed agony, [and] the wrongdoers will have no sympathizer, nor any intercessor who might be heard.
[1] Cf. ‘the Imminent [Hour]’ (53:57).
««•»»

Pada ayat ini, Allah SWT menerangkan bahwa Dia memerintahkan Rasul supaya memperingatkan kaumnya yang musyrik tentang akan datangnya Hari Kiamat yang tidak lama lagi. Oleh karenanya mereka diingatkan untuk mencabut diri mereka dari perbuatan jahat yang dilarang oleh agama, memperbaiki akidah mereka yang sesat, yang menyebabkan mereka di azab nanti di akhirat dengan azab yang pedih. hari itu sangat mengerikan, keadaan sangat menakutkan, kesedihan tak terkirakan lagi sehingga jantung terasa sesak sampai kekerongkongan, napas turun naik, nyawa keluar masuk sampai mereka menemui ajalnya. Pada hari itu tak seorangpun yang dapat menolong orang-orang yang telah menganiaya diri mereka dengan mempersekutukan Allah SWT, tidak ada seorang pembela yang memintakan mereka syafaat yang dapat diterima permintaannya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Berilah mereka peringatan dengan hari yang dekat) yakni hari kiamat. Berasal dari kata Azifar Rahiilu, artinya, Waktu berangkat telah dekat (yaitu ketika kalbu) menyesak karena dicekam rasa takut (sampai) artinya hingga sesaknya terasa sampai (di kerongkongan dengan menahan kedukaan) penuh dengan kesedihan. Lafal Kaazhimiina ini adalah Hal atau kata keterangan keadaan bagi lafal Al-Quluubu, kemudian dianggap sebagai jamak dengan memakai huruf Ya dan Nun karena diibaratkan kepada para pemiliknya. (Tiada teman-teman yang setia bagi orang-orang yang zalim) maksudnya tiada teman sejawat dan dekat (dan tidak pula mempunyai seorang pemberi syafaat yang diterima syafaatnya) yang dapat diterima syafaatnya; lafal Yuthaa`u sebagai sifat, tidak mengandung pengertian apa-apa, karena pada asalnya tiada syafaat bagi mereka, sebagaimana yang telah diungkapkan oleh firman-Nya yang lain, yaitu, "Maka kami tidak mempunyai pemberi syafaat seorang pun." (Q.S. Asy-Syu`ara, 100). Tetapi kalau lafal Syafii`in, memang mengandung makna, karena ditinjau dari segi dugaan mereka yaitu, bahwasanya mereka memiliki pemberi-pemberi syafaat. Maksudnya, seandainya mereka memberi syafaat, niscaya syafaat mereka tidak akan diterima.
««•»»
And warn them of the Impending Day, namely, the Day of Resurrection (al-azifa, as in azifa al-rahīlu, ‘departure is very near’) when the hearts will, rising up in fear, reach the throats, choking with anguish, filled with [suppressed] anxiety (kāzimīna is a circumstantial qualifier referring to al-qulūbu, ‘the hearts’, which is qualified by the [active animate participle] plural [kāzimīna] and referred to as though they were the very individuals themselves). The evildoers will not have any intimate [friend], [any] sympathiser, nor any intercessor who might be heeded — the adjectival qualification [‘who might be heeded’] has no [literal] significance, for they do not have intercessors in the first place: So [now] we have no intercessors … [Q. 26:100]. The first part, however, may [be said to] have significance if [understand] on the basis of their claim to have intercessors, and so, in other words, even if — hypothetically speaking — they [their intercessors] did intercede for them, they would not be heeded.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 17][AYAT 19]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
18of85
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=40&tAyahNo=18&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#40:18